Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3

Latar Belakang

Melaksanakan pembangunan yang tidak merusak tata lingkungan dan memperhatikan generasi yang akan datang sesungguhnya telah diamanatkan oleh Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) tahun 1973. Pada GBHN berikutnya, PROPENAS dan RPJPN amanat tersebut terus diketengahkan. Namun demikian, pada tataran implementasi pelaksanaan pembangunan lebih menitikberatkan aspek pertumbuhan ekonomi dan mengabaikan aspek lingkungan dan sosial. Hal ini berakibat semakin menipisnya sumber daya alam, keanekaragaman hayati, meningkatnya pencemaran dan kerusakan lingkungan yang memicu terjadinya bencana lingkungan seperti banjir, tanah longsor dan kekeringan. Sementara itu berbagai dampak yang diakibatkan oleh pemanasan global dan perubahan iklim mengancam keberlangsungan kehidupan manusia. Di era globalisasi, perdagangan bebas dan otonomi daerah, aspek lingkungan menjadi isu sentral, disamping isu tentang menipisnya cadangan energi dan menurunnya kualitas dan kuantitas air.

Untuk merespon isu-isu di atas, diperlukan pendidikan yang mampu menanamkan wawasan, etika dan melahirkan teori-teori baru dalam pengelolaan lingkungan. Program Doktor Ilmu Lingkungan (PDIL) UNDIP berdiri dengan surat ijin Dirjen Dikti No. 2782/D/T/2008 dirintis oleh Pengelola dan Dosen Program Magister Ilmu Lingkungan (PS MIL) UNDIP, bersama-sama memfasilitasi untuk mencapai tujuan tersebut. Pendirian PDIL sejalan dengan visi UNDIP menuju Universitas riset. Saat ini Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Terakreditasi A menurut BAN PT nomor 026/SK/BAN PT/Ak-X/D/I/2013.

Sebagaimana dikemukakan oleh Jay Withgott dan Scott Brennan (2007: 3) environmental science is the study of how the natural world works, how our environment affects us, and how we affect our environment. Kita perlu memahami interaksi kita dengan lingkungan karena dengan pemahaman tersebut merupakan langkah yang esensial dalam mencari pemecahan masalah lingkungan yang semakin komplek, dan beragam.

Memahami masalah-masalah lingkungan merupakan upaya terpadu yang memerlukan pendekatan dari berbagai disiplin mulai dari ekologi, kebumian, kimia, biologi, teknik (engineering), ekonomi, ilmu politik, demografi, etika, sosiologi, antropologi dan lain-lain.

Ilmu lingkungan merupakan disiplin yang luas meliputi ilmu-ilmu alam (natural sciences, study the natural world) dan ilmu-ilmu sosial (social sciences, study human interaction and institutions). Ilmu-ilmu alam memberikan pengetahuan tentang lingkungan. Sementara itu membahas masalah lingkungan akan melibatkan pula tentang etika, perilaku manusia dan kelembagaan.

Ilmu Lingkungan karena itu merupakan studi interdisiplin yang mengadopsi teknik-teknik penelitian dari berbagai disiplin yang menghasilkan sintesis yang luas.

Gambar berikut menunjukkan hubungan ilmu lingkungan dengan ilmu-ilmu lain.

Diadopsi dari Withgott and Brenna (2007: 11)
Diadopsi dari Withgott and Brenna (2007: 11)